Selasa, 14 Oktober 2014

Cara Ampuh Mencari Jodoh yang Sholih dan Sholihah

Hadir tidaknya jodoh dalam hidup kita di dunia telah ditakdirkan oleh Allah SWT. Namun kita sebagai manusia tidak boleh hanya berpangku tangan, tetap harus berusaha, tawakal dan ikhtiar. Bila seseorang telah menginginkan sebuah pernikahan yang pertama dan terakhir baginya hendaklah ia mencari sesosok manusia sholih dan sholihah.

Disini ada beberapa masa yang dialami oleh para pencari jodoh. Bagi laki-laki yang diam, hanya pasrah akan takdir itu tidak akan membantu. Kita sebagai umat Allah harus berikhtiar tidak hanya bertawakal saja. Berusaha dan aktif dalam mencari jodoh, ketika mendapatkannya entah satu atau lebih, ia harus memilih. Sebuah pilihan yang tidak gampang sering terjadi pada setiap orang. Karena itu akan menjadi pilihan untuk mendampingimu sampai akhir hayat. Jadi kamu harus memilih dengan cermat dan tepat.

Untuk memilih yang tepat, lakukan Sholat Istiqoroh guna meminta petunjuk dari Allah SWT agar pilihan kita menjadi berkah dalam pernikahan. Saat anda telah mendapatkan petunjuk dari Allah, setelah Sholat Istiqoroh yang dilakukan. Lanjutkan dengan pendekatan pada gadis yang anda pilih dari hasil tadi. Ketahui dulu pasangan kamu dekat dengan siapa, misal keluarga atau teman dia. Bila dia dekat dengan keluarganya. Kamu hendaknya lebih sering main dan bergaul sama keluarganya. Bertamulah dengan sopan dan berakhlak, bersikaplah apa adanya tanpa rekayasa. Gunakan bahasa dan tema yang formal, santai, dan tidak membosankan atau nggak penting. Bila semuanya beres, tahap selanjutnya ungkapkan perasaanmu atau bahasanya tembak.

Persiapkan mental dan susunan bahasa yang akan disampaikan, jangan sampai suasana menjadi kaku nan sunyi. Saat tahap itu semua udah terlaksana, datang masa pacaran. Seorang muslim yang baik, masa pacaran dilakukan dengan pemahaman agama. Tidak ada sentuhan tangan apalagi bergandengan atau selebihnya, itu dikarenakan kedua insan tersebut belum mukhrim secara agama. Hubungan ini jangan terlalu lama untuk menjalaninya, alangkah baiknya menuju jenjang lebih lanjut lagi. Lanjutkan dengan proses lamaran, dimana calon pengantin dan besan saling bertemu serta membicarakan hari pernikahan. Jangan membiarkan proses pertunangan dengan akad nikah jaraknya lama. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti menuju keharaman. Pernikahan merupakan peristiwa terjadinya perjanjian antar dua insan manusia. Bersatunya lelaki dan perempuan dalam balihai cinta pernikahan.

Bagi perempuan dalam masa-masa mencari jodoh untuk kelak menjadi suaminya. Perempuan lebih melakukan pencarian jodoh dengan seperti yang dilakukan lelaki pada pembahasan di atas tadi. Namun terkadang perempuan lebih memilih dan mempunyai kriteria yang banyak. Tetapi kriteria yang diinginkan seorang muslimah yaitu, lelaki mapan, berakhlak, dan beragama paling penting. Perempuan lebih memilih menunggu untuk siap menerima cintai atau tidak. Seperti lelaki untuk memilih pasangannya, seorang perempuan juga disarankan melakukan Sholat Istiqoroh. Untuk mendapatkan petunjuk dari Allah SWT siapa yang akan kamu terima untuk menjadi pasanganmu.

Saat perempuan dilamar, itu semua menjadi keputusan orang tua. Bila orang tua telah memberi restu, jangan membiarkan status lamaran anda terlalu lama. Mintalah lamaran dengan pernikahan jaraknya tidak jauh. Saat akat nikah dimulai, sang pengantin perempuan ditempatkan pada ruangan yang terpisah dengan calon suaminya. Saat para saksi telah mengucapkan sah, pernikahan tersebut terjadi. Sang pengantin wanita menghampiri ke tempat lelaki yang telah menjadi suami sahnya.
Sebuah hubungan pernikahan terjalin dalam takdir Allah SWT yang telah ditetapkannya. Tinggal tanggungan masa yang perlu dipertahankan dan dijaga keutuhan pernikahannya. Menjadikan keluarga sakinah mawadah warahmah. Masa ini yang paling susah dari tahap sebelumnya. Karena tidak sedikit orang yang mengalami perceraian dalam pernikahan. Namun itu kembali lagi kepada jodoh yang diberikan pada Allah SWT, bertahan tidaknya pernikahan. Kita sebagai manusia hanya dapat berdoa dan berusaha untuk takdir yang akan diberikan lebih baik.

Untuk mempertahankan pernikahan harus dilandasi dengan cinta dan kasih, saling melengkapi kekurangan, pengertian, serta kepercayaan. Suami juga harus melakukan tugasnya sebagai imam dan pemimpin dalam keluarga dengan baik, menafkahi istri, menjalaninya dilandasi karena Allah SWT. Seorang istri harus melaksanakan kewajibannya dengan ikhlas dan karena Allah SWT semata. Menyenangkan dan melayani suami dengan baik.
CIRI-CIRI WANITA SOLEHAH          Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t.

Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu:
1. Taat kepada Allah dan RasulNya
2. Taat kepada suami

Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut:

1. Taat kepada Allah dan RasulNya

Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ?
- Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya.
- Wajib menutup aurat
- Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah
- Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya
- Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa
- Berbuat baik kepada ibu & bapa
- Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang
- Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa
- Bersikap baik terhadap tetangga

2. Taat kepada suami
- Memelihara kewajipan terhadap suami
- Sentiasa menyenangkan suami
- Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah.
- Tidak cemberut di hadapan suami.
- Tidak menolak ajakan suami untuk tidur
- Tidak keluar tanpa izin suami.
- Tidak meninggikan suara melebihi suara suami
- Tidak membantah suaminya dalam kebenaran
- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya.
- Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga


FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA
---------------------------------------

Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita.

Faktor-faktor tersebut ialah:

1) Lupa mengingat Allah

Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya:

" Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya."

Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya:
"Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi)

Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu.

2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia

Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda.
Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit.

Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya:
" Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir."

3) Mudah terpedaya dengan syahwat
4) Lemah iman
5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.


Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich
Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah
- See more at: http://www.dudung.net/artikel-islami/ciri-ciri-wanita-solehah.html#sthash.dYKHy0JO.dpuf

Tidak ada komentar:

Posting Komentar